Pekerja Atau Pengusaha?

Sabtu, 2008 September 13

Pekerja atau pengusaha ?

Mana lebih baik?

Tergantung pada posisi dimana kita berada …

Kalau ukurannya adalah kekayaan,

Seorang petinggi perusahaan (karyawan) lebih baik daripada seorang pemilik wartel kecil (pengusaha) di pinggir jalan.

Kenyataannya, teman-teman di posisi puncak menikmati gaji dan fasilitas yang memungkinkan mereka hidup mewah.

Dan, tidak hanya itu saja, mereka juga memutarkan kelebihan uang ke saham, properti atau membeli usaha / franchise. This is a real multiple sources of incomes (masih perlu jadi pengusaha?).

Lalu, bagaimana dengan keamanan kerja?

Dengan pengalaman dan prestasi kerja yang luarbiasa, perusahaan lain dengan senang hati akan menerima mereka jika mereka berniat pindah kerja.

Jadi,

apalagi yang kurang dalam hidup mereka?

Ada dua hal, yaitu
waktu …
dan kebebasan …

Dua hal ini membuat beberapa profesional rela membuang kemewahan dan memulai segalanya dari bawah …

Sebagai pengusaha,
Andalah pemilik waktu dan kebebasan.

Di kala sibuk, Anda mungkin diharuskan bekerja selama 20 jam sehari dan 7 hari seminggu. (Oh! ini akan sering terjadi, terutama di awal-awal berdirinya perusahaan Anda).

Namun, sebagai gantinya, di waktu senggang, Anda bebas mengunakan waktu Anda. (Saya bertamasya ke Bali pada hari kerja. Pada waktu orang-orang sibuk bekerja di kantor, saya bermain ombak dengan anak saya di pantai kuta yang lenggang. Alangkah indahnya hidup ini! Biaya hotel dan pesawat juga sangat murah karena sedang low season).

Sebenarnya,

menjadi pengusaha atau karyawan itu sama saja …

Yang penting, kita menjadi salah satu yang terbaik di bidang kita.

(Berada di posisi bawah sangat tidak menyenangkan, baik sebagai pengusaha maupun karyawan).

Berikut ada 3 tips yang saya kutip bebas dari Bapak Mario Teguh …

#1
Anda tidak boleh bernegosiasi dengan impian Anda.
Ber-negosiasi-lah dengan apa
yang harus Anda lakukan untuk mencapainya.
[Mario Teguh, Dream Racer]

#2
Cita-cita adalah mimpi yang bertanggal.
Kemudian,
Pastikanlah bahwa cita-cita itu didukung oleh
kemampuan-kemampuan yang dibutuhkan-nya untuk menjadi kenyataan
[Mario Teguh, Project “L”, My Life As A Project.]

#3
Berfokuslah pada KEKUATAN, bukan KELEMAHAN.
Pilihlah bidang usaha atau jalur karir
yang mengharuskan Anda mengunakan kekuatan-kekuatan pribadi.
[Mario Teguh, Weakness, My Closest Enemies]

So, Jadilah yang terbaik!

Label: Wirausaha

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor

Formula Sukses Berbisnis, BE DO HAVE

Minggu, 2008 Agustus 17

Dalam sebuah siaran radio, seorang pendengar bertanya pada Bapak Andrie Wongso … 

“Pak Andrie, team kita sedang bertanding di Olympiade Beijing. Apakah dengan memotivasi mereka, Indonesia bisa mendapat emas?”.

Pak AW menjawab, “Dengan motivasi, semangat mereka bertambah. Tetapi jika ketrampilan belum mendukung, maka kita akan sulit memenangkan pertandingan!”.

Ya, motivasi memang dapat meningkatkan semangat dan daya juang, tetapi tidak ketrampilan! Itu kenyataan hidup yang sering kita lupakan …

Memang, terkadang kita sering menjadi salah paham, bahwa dengan mengikuti seminar, kita dapat menjadi hebat dalam berbisnis.

Pada saat kebenaran tiba, dan ternyata kemajuan tidak juga didapat, kita sering merasa kecewa, marah-marah dan menyalahkan sang Motivator.

Mark Victor Hansen dan Robert G. Allen, dalam karya kolosalnya yang berjudul, “One Minute Millionare”, menberikan formula kesuksesannya.

Rumus sukses tersebut sangat sederhana, dan hanya terdiri dari tiga kata, yaitu:

Be x Do = Have.

Be adalah sisi dalam kita, yang bersifat abstrak: termasuk didalamnya adalah pikiran, semangat, keyakinan dan lain-lain. Sisi inilah yang dibangkitkan oleh para motivator..

Do adalah sisi ketrampilan kita, segala sesuatu yang berbentuk kata kerja; berlatih, berkunjung ke pelanggan, menelepon, melakukan etc … Ini harus kita dapatkan sendiri melalui tindakan dan evaluasi terus menerus …

Lalu, bagaimana dengan HAVE nya?

Nah, jika kita dapat melakukan segala perkerjaan dengan trampil (DO), ditambah dengan semangat dan daya juang yang tinggi (BE), bukankah kelimpahan (HAVE) akan mudah didapat?

Catatan: Tulisan ini pernah di muat di www.AndrieWongso.com

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor

Siapakah Saingan Terbesar Anda ?

Senin, 2008 Juli 28

Saingan terbesar Anda adalah diri Anda sendiri,

Jika Anda selalu dapat mengalahkan Anda yang kemarin,

maka

hari esok selalu lebih baik …

Misalnya, Anda bekerja dengan produktifitas 70% kemarin,

Dan Anda bekerja 75% hari ini,

maka Anda telah mengalahkan Anda yang kemarin.

dan jika Anda yang telah lebih baik,

selalu bertambah baik,

tentunya saingan akan sulit mengalahkan Anda ..

Dan jika tidak ada lagi persaingan, untuk apa Anda bersaing?

Yah, hidup ini memang sederhana …

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor

Siapa bilang Karyawan tidak bisa Kaya?

Kamis, 2008 Mei 29

Saya membaca kompas minggu ini, harinya lupa …

Artikelnya tentang Lina Susana Wijaya, seorang agen asuransi…

Total komisinya … Woww..

Hampir Rp. 2 M di tahun 2006, Netto!

Dan beliau baru dua tahun menjadi agen

(Berapa banyakkah pengusaha UKM yang mendapat net profit sebesar itu?)

Komisi tinggi juga dinikmati para sales / marketer di bidang properti dan bidang industri lainnya.

Gaji tinggi beserta fasilitas wah juga, juga diperoleh para profesional papan atas, nilainya juga em-eman setahun.

Dan tidak hanya itu,

Sebagian dari mereka memutarkan uang pada investasi menguntungkan seperti saham, properti, dan atau menjadi partner tidur pada perusahaan lainnya, sehingga uang berbunga uang …

Siapa bilang hanya pengusaha yang bisa kaya?

Jika Anda mencari kekayaan, tidak harus menjadi pengusaha, bukan?

Namun, jika Anda mencari kebebasan, itu adalah pilihan terbaik !

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor

Result Speaks Loudest !

Minggu, 2008 Juni 08

Action speaks louder than words!

but …

Results speaks louder than Action!

Saya selalu berpendapat, bahwa Action sangat penting untuk mencapai sebuah kesuksesan…

Ternyata, saya salah!

H a s i l !!

Mendapatkan hasil yang baik ternyata jauh lebih penting dari tindakan itu sendiri!

Sekedar bertindak, tanpa ada hasil, acara sesuatu yang sia-sia.

Jadi, pastikanlah bahwa segala tindakan Anda tidak sia-sia dan mengarah pada hasil yang diinginkan!

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor

Dangers From The Dark, Predicting the Unpredictable

Kebahagiaan di masa kini bukan merupakan jaminan bagi kesuksesan di masa depan. Demikian juga, kegagalan dimasa kini juga bukan berarti akan gagal selamanya.

Jangan bergantung kepada kepastian, karena sesungguhnya tidak ada kepastian yang pasti.

“Bila segala sesuatu tidak pasti, maka semuanya menjadi mungkin.”

Jika ada yang kelihatannya pasti, itu bisa dipastikan menghasilkan imbalan yang kecil. Justru, didalam alam ketidak-pastian itulah terletak hal-hal yang besar.

“Jadilah pemain dalam pertandingan ketidak-pastian ini, karena hanya pemain yang memiliki kesempatan untuk menang.”

Janganlah hanya menjadi penonton atau lebih buruk lagi – menjadi korban.”

Jika ada ketakutan dalam memasuki alam ketidak-pastian, nikmatilah!

Semakin kita takut, kita akan menjadi semakin siap!

Dan setelah kita semakin siap, kita semakin tidak takut lagi!

Masih ingatkah Anda saat pertama kali belajar menyetir mobil dijalan raya?

Jika bertemu masalah, hadapilah!

Semua masalah adalah ujian, dan semua ujian akan membuat kita semakin kuat.

Hidup kita ini terdiri dari tangga-tangga masalah! Setiap kita menaiki sebuah anak tangga kehidupan, kita bertemu dengan masalah baru! Semakin tinggi kita menapak, semakin banyak masalah yang kita temui!

Tugas kita adalah fokus pada masalah tersebut (bukan pada masalah orang lain!) dan menyelesaikannya dengan cepat! Dan tuntas!

Jika bertemu masalah yang tidak bisa kita selesaikan, carilah bantuan! Pelajari cara-cara baru! Pergunakan! Masalah yang tidak bisa kita selesaikan itu, sesungguhnya mendidik kita supaya tidak menjadi sombong dan mau mencari pertolongan.

Setelah lulus di satu ujian (= masalah), naik ke anak tangga berikutnya! Hadapi masalah baru! Lulus lagi! Naik lagi ! Dan seterusnya …

Dengan demikian, tanpa kita sadari, kita terus bergerak naik menuju tempat yang lebih tinggi. Saat kita memandang ke bawah, kita telah berada di atas dan melihat mereka yang hanya menonton dan mengeluh, nun jauh dibawah!

Menduga yang tidak bisa diduga

Masa depan dapat diduga dari komponen pembentuk masa depan; yaitu kebiasaan.

Kebiasaan adalah perilaku yang sulit berubah.

Jika kita selalu mendahulukan yang tidak penting, maka kita tidak membuat diri pantas untuk masa depan yang cerah.

Jika kita tidak menghargai waktu, maka diri kita menjadi tidak berharga dalam perjalanan waktu.

Jadi, kita harus merasa pasti dengan diri kita sendiri! Semakin kita tahan banting terhadap masalah dan persoalan, serta berani menghadapi kegagalan, maka kita akan tampil semakin percaya diri, semakin kuat, semakin sulit digoyahkan.

Janganlah menghindari masalah!

Semakin kita menghindarinya, semakin masalah itu akan mengejar kita!

Itu Pasti!

Orang yang tidak disiplin kerjanya, akan di-disiplinkan orang lain!

Orang yang menolak bekerja keras di masa muda, akan diharuskan bekerja keras di masa tua!

Orang yang tidak berdoa sebelumnya, akan diharuskan berdoa sesudahnya!

Hanya ada dua alasan,

bila kita tidak siap dalam menghadapi masalah, yaitu kuatir dan takut.

Alasan kuatir juga ada dua;

  • bisa dikerjakan dan
  • tidak bisa dikerjakan!

Jika bisa dikerjakan, lakukanlah!

Jadi, apa yang perlu dikuatirkan?

Jika tidak bisa dikerjakan, kuatirpun tidak akan merubah keadaan.

Jadi, untuk apa dikuatirkan?

Untuk menghadapi ketakutan!

Kita perlu mendekati diri ke Tuhan!

Jika takut, bagilah tugas menjadi dua bagian,

  • yang bisa kita kerjakan dan
  • yang tidak bisa kita kerjakan.

Yang bisa kita kerjakan, itu bagian kita!

Lakukanlah!

Yang tidak bisa kita kerjakan, itu bagian Tuhan!

Berserahlah!

Percayakan bagian-bagian yang tidak bisa kita kerjakan kepada Tuhan!

karena …

I am + God = Enough!

Dalam kehidupan, kita akan menghadapi banyak percobaan dan ujian! Kita bisa saja menjadi pribadi yang mengabaikan semua batasan. Tetapi, tetap ada saja batasan-batasan yang tidak bisa kita lampaui!

Kenyataannya,

kita tidak mungkin siap menghadapi semua ujian-ujian yang ada didalam hidup ini sendirian!

Maka dari itu;

Belajar bergantung, selain kepada diri sendiri, juga kepada Tuhan!

I am + God = enough!

Berjalan bersama Tuhan itu enough!

Itu sudah cukup!

Jika kita hanya memiliki sedikit pengetahuan!

Jangan ragu!

Kesuksesan itu bukan diukur dari jumlah pengetahuan,

Melainkan dari kesungguhan penerapan dari pengetahuan yang kita miliki!

Buktinya?

Banyak lulusan SD yang lebih berhasil dalam hidup daripada sarjana-sarjana yang lebih tinggi pendidikannya.

Yang penting, dalam menyelesaikan bagian kita, kita harus tampil seutuhnya!

Hadirlah sepenuhnya!

Bermainlah dalam kekuatan penuh!

Dan kesungguhan penuh!

 

Orang yang bekerja setengah-setengah, tidak pantas mengharapkan hasil yang penuh!

Pelajarilah dan perdalam ilmu-ilmu tentang kebaikan!

Ilmu marketing, ilmu management, semuanya berkembang dan bisa ketinggalan zaman. Namun, Ilmu kebaikan tidak pernah akan kadaluarsa!

Jadilah pribadi yang ber-integritas, yang setia pada yang benar!

Berlakulah jujur, amanah, santun kepada semua orang (walaupun berkuasa), menghormati orang lain (termasuk yang tidak menguntungkan kita) …

**************
Demikianlah sekilas ilmu-ilmu berguna dari Mario Teguh Business Art (O-Channel), yang saya yakin akan membawa manfaat bagi kita, dalam menempuh perjalanan menuju ke tidakpastian yang pasti.

Terimakasih dan salam super,

  1. Artikel di atas adalah cuplikan dari MTBA (25/5/08) yang berjudul: Dangers From The Dark, Predicting the Unpredictable. Terimakasih kepada Bapak Mario Teguh yang menghadirkan artikel yang bermanfaat pada situasi yang tepat ini. Semoga sharing ini dapat memberikan pencerahan bagi kita semuanya.

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor

Pyschology Of Selling (Was: Pocari Sweat Rp.8,000)

Senin, 2008 Mei 26

Wah! Pocari sweat dapat iklan gratis nih! Ha3x! Ini namanya teknik WOM (word of Mouth) atau pemasaran ketok tular. Dengan membuat cerita, kita dapat membuat produk kita terkenal (catatan: saya bukan orang Pocari ya!).

Kebetulan hari rabu saya akan ikut seminar tentang WOM di Sales & Marketing Forum.

Mudah-mudahan ada oleh-oleh yang bisa dibagi.

Senang rasanya melihat banyak tanggapan, baik yang positif maupun negatif! (Thanks!).

Kalau di sales, berarti Lead Generationnya berhasil! Sekarang tinggal memasuki tahap berikut: Objection Handling! Menangani keberatan!

Mengenai harga jual Rp.4000,-, Rp. 8,000 atau Rp, 10,000. Ini tergantung dengan contex! (tempat dan waktu!). Di hotel bintang lima atau di lapangan Golf, Pocari yang sama bisa dihargai jauh lebih mahal lagi! Jangan lupa, si Abang bisa saja menetapkan harga jual Rp.10,000,-. Tetapi, mengapa harus Rp.8,000? Why?

Point yang terpenting; Abang tidak memaksa menjual!

Tidak seperti cerita tukang ban yang sengaja menebar paku di jalanan, Abang tidak membuat Anda merasa haus dengan menebarkan jampi-jampi atau mantera di seluruh stadion! Anda bebas menentukan pilihan, minum? atau tidak minum?

Ini sangat berbeda, bukan! Yang satu, tukang ban memaksa kita membeli (ban bocor!). Kedua, kita boleh memilih untuk tidak membeli!

Kenyataanya, kitalah yang memutuskan untuk membeli.

Kita bisa saja membatalkan pembelian ketika si Abang mengatakan tidak ada uang kembali. Toh, rasa haus bisa di tahan! Tetapi sebagian besar orang tidak melakukannya dan tetap membeli? Mengapa? Atau lebih tepatnya, Bagaimana si Abang melakukannya? Caranya, bukan sihir bukan sulap, akan dijelaskan lebih lanjut dibawah!!

Memang, secara etika, si Abang telah berlaku tidak etis dan berbohong kepada pembeli (bahwa uang kembalian tidak ada!).

Mungkin si Abang belajar dari sifat yang sering diperagakan sebagian politisi (sebagian tidak), yang mengatakan bahwa ini langkah terakhir, padahal tidak ada langkah yang pertama, kedua … atau ke sembilan, Atau dari sebagian bapak-bapak (sebagian tidak) yang berbohong kepada anak-anaknya, bahwa mereka tidak punya uang lagi, padahal rokok di mulut ngebul terus! Ha3x!

Contoh lain, seorang pengusaha besar, katakan pak A, saat menjabat tukang sayur keliling, konon pernah sengaja mencampur sebutir telur busuk dalam setiap satu lusin telurnya. Kemudian, keesokan harinya, saat pelanggan marah, Pak A mengantikannya dengan beberapa telur yang bagus. Pelanggan puas, dan akhirnya menjadi pelanggan loyal. Ini adalah sebuah contoh baik tentang pemahaman kejiwaan pelanggan dari seorang tukang sayur.

Namun, Jika Anda melihat dari sudut pandang yang lain, tentunya semua arah cerita akan berubah; Apakah pak A benar? Beliau telah tahu bahwa telur tersebut busuk, mengapa masih diberikan ke pelanggannya? Bagaimana jika telur busuk tersebut termakan, terus pelanggannya masuk rumah sakit? Beda bukan?

Mari kita tinggalkan masalah etika! Ini urusan masing-masing pribadi nantinya dengan Tuhan! Saya lebih tertarik mengamati prilaku si Abang dalam berjualan ..

Sangat menarik untuk melihat;

Bagaimana si Abang, dengan muka lugu terdiam, memandang lurus ke pelanggan, tepat di tengah bola matanya, serta memberikan waktu kepada pelanggan untuk tenggelam dalam pikirannya …

Sementara, di dunia kerja formal, menghadapi situasi yang kurang lebih sama, saya sering melihat para salesman (senior! sarjana lho!) yang tidak peka, yang terus nyerocos berbicara, yang tidak mau mendengar dan tidak mau memberikan sedikitpun waktu kepada pelanggan untuk berpikir (padahal pelanggan sudah mau beli!).

Seandainya saja si Abang berprilaku seperti sales senior berpendidikan sarjana, terus berbicara atau ngotot memaksa pelanggan membeli, mungkin banyak orang yang membatalkan transaksi!

Intinya, dengan memahami kejiwaan pembeli, kita bisa menjual lebih banyak, dan lebih mudah!

Abang saja bisa (memahami kejiwaan pembeli!! bukan berbohongnya ya! Maaf jika telah membuat Anda salah paham!), Mengapa kita tidak?

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor

Pocari Sweat Rp. 8,000

Kamis, 2008 Mei 22

Kemarin (21/05/2008), saya menonton bola, Indonesia lawan FC Bayern Muenchen.

Di dalam stadion, saya membeli Pocari Sweat. 

Harganya Rp. 8,000.

Tetapi, mengapa Rp. 8,000?

Mengapa bukan Rp. 5,000 atau Rp.10,000?

Ini bisnis monopoli! Didalam stadion, jika semua pedagang kompak menetapkan harga jual Rp.10,000, saya yakin pembeli tetap akan banyak.

Tetapi mengapa tidak dilakukan ???

Saya perhatikan lebih lanjut …

Setiap ada pembeli yang membayar Rp. 10,000,-, si abang penjual selalu menjawab dengan “maaf, tidak ada uang kembali …”.

(Padahal ada, karena si Abang baru terima uang pas dari pembeli lainnya …)

Nah, point menariknya terjadi disini …

Abang penjual diam, membiarkan pembeli mikir …

Dan beberapa pembeli tidak mau rugi dengan uang kembaliannya, mereka akan mengambil kaleng minum lainnya, agar bulat!

(harganya tidak akan bulat, kecuali ambil 5 kaleng!)

Gara-gara sisa uang kembalian Rp.2000, mereka belanja lebih banyak.

Inilah psycologhy of selling ala Stadion Senayan – Jakarta, Hebat bukan?

Penerapan dalam bisnis kita sehari-hari …

Jika kita memahami kejiwaan pelanggan, kita dapat menjual lebih banyak dan lebih mudah …

Abang di Senayan saja bisa menerapkan “psycology of selling”, mengapa kita tidak?

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor

Segelas Air …

Minggu, 2008 Mei 18

Didepan Anda, terletak sebuah gelas,

dengan air yang terisi setengah di dalamnya…

Apa yang Anda lihat, setengah penuh atau setengah kosong?

Seorang pintar akan melihatnya sudah terisi, lalu tidak berupaya mengisinya.

Seorang pembelajar akan mengosongkan gelas tersebut, dan memberikan tempat yang lebih banyak untuk air yang baru.

Jika, air adalah ilmu dan gelas adalah otak kita, sebagai seorang pembelajar, kita seharusnya mengosongkan cawan dan memberikan tempat kepada ilmu baru.

Banyak orang “pintar” yang merasa sudah tahu dan tidak memberikan tempat kepada ilmu baru. Mereka cenderung membantah dan mendebat orang yang ingin menuangkan air baru.

Akan lebih bijak bila mereka membiarkan ilmu baru mengalir masuk, setelah itu, baru ditelaah, apakah ilmu tersebut cocok atau tidak buat mereka.

Percepatan dalam Belajar

Banyak orang mengalami percepatan tinggi dalam belajar setelah mengosongkan cawan.

Jangan merasa diri pintar, karena tong kosong nyaring bunyinya.

Janganlah malu bertanya, karena malu bertanya sesat di jalan. (Buat apa pusing mikiran jika bisa tanya?).

Jika dicemooh sebagai seorang bodoh, biarkan saja! Kita adalah seorang bodoh yang sedang menjelma menjadi pintar, dan bukan seorang bodoh yang tidak berkembang dan tetap bodoh.

Semoga berguna bagi Anda …

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor

Kiat Cari Tahu yang Tidak Tahu (#2) – Membangun Jaringan Lemah

Kamis, 2008 Mei 15

Saat SMA, teman saya Arifin (kini dokter Arifin), menuliskan “dasar-dasar kehidupan” di buku diary saya sebagai berikut …

  • Anda yang tidak tahu, tapi tidak tahu bahwa Anda tidak tahu, adalah Anda yang dungu sadarlah!
  • Anda yang tidak tahu, tapi tahu bahwa Anda tidak tahu, adalah Anda yang sedang belajar .. rajin-rajinlah!
  • Anda yang tahu, tapi tidak tahu bahwa Anda tahu, adalah Anda yang sedang tertidur … Bangunlah!
  • Anda yang tahu, dan tahu bahwa Anda tahu, adalah Anda yang bijaksana … bertahanlah !

Jadi, intinya…

Untuk bertambah maju, kita perlu belajar tahu yang kita tidak tahu …

Namun, semakin kita tahu, kita menjadi semakin tahu bahwa kita tidak tahu …

Nah, bagaimana kita bisa tahu, sedangkan kita sendiri tidak tahu bahwa kita tidak tahu?

Bingung????

Kembali ke laptop …

Bagaimana caranya mencari tahu yang kita tidak tahu ?

Salah satu cara adalah membangun jaringan lemah ….

Dalam lingkungan pergaulan kita, terdapat dua jenis jaringan, yaitu

  • jaringan kuat dan
  • jaringan lemah…

Jaringan kuat

Jaringan kuat adalah jaringan pertemanan kita dengan orang-orang yang kita sukai; pasangan hidup, saudara, teman, sahabat dan segala orang-orang yang sejenis kita.

Masih ingat prinsip dasar The Secret? Likes attracts likes?.

Ya, kita cenderung suka bergaul dengan orang yang sifatnya mirip kita, serta pengetahuannya sama dengan kita. Dan akhirnya … karena bahan pembicaraan berkisar yang kita kuasai dan sering dengar … kita hanya tahu apa yang mereka tahu dan mereka juga tahu apa yang kita tahu … that’s all…

Jaringan lemah

Pada jaringan lemah, pada teman-teman baru, teman-teman yang anda kenal sekilas, pada orang -orang yang sifatnya bertolak belakang dengan kita, Anda pasti akan mendapat pengetahuan baru, tentang sesuatu yang Anda tidak tahu bahwa Anda tidak tahu.

  • Contoh: Sebelumnya saya buta tentang NLP. Pertama kali mendengar kata NLP di Bootcamp ActionCoach, dari orang-orang yang saat itu baru saya kenal. (kini jadi sahabat).

Setelah itu, kata NLP mendadak sontak jadi terlihat dan berserak-serakan dimana-mana. Di milis, di Gramedia, di Seminar dsb… semua jadi terlihat (lihat juga artikel lain; Uang beserakan di mana-mana).

Begitu juga dengan kata option, investasi, reksadana dan lain-lain. Karena saya bergaul dengan rekan baru, kini jadi tahu tentang keberadaan produk ini.

Anda tentunya juga mempunyai pengalaman tentang membangun jaringan lemah. Untuk kemajuan bisnis masa depan, jaringan lemah lebih penting daripada jaringan kuat.

Kini, dengan internet, kita dapat dengan mudah membangun jaringan lemah yang kuat dan menjangkau seluruh dunia.

Bergabunglah dengan milis-milis yang cocok dan menarik hati Anda!

Viel Glueck!

Sumber Ide: Buku The One Minute Millionare, Mark Victor Hansen & Robert Allen, Interaksara.

See you at the top!

Johny Rusly

1000Hari.com – Menuju Sukses
Kotakpensil.com – Alat dan Mesin Kantor